Artikel

Kenali Perbedaan Baterai Gadget NiCD, NiCad, NiMH, Li-Ion dan Li-Po

  05 Apr 2015   8584

Teknologi


Baterai
Kini kita telah banyak menemui gadget yang sangat berguna dan membantu kehidupan dalam media komunikasi. Sebagian besar dari gadget tersebut juga sudah menggunakan baterai rechargeable sebagai daya utamanya. Namun tahukah Teknokers baterai rechargeable memiliki banyak sekali jenis dan perdedaanya? Berikut ulasan mengenai perbedaan baterai rechargeable menurut jenisnya.

NiCD
Baterai ini merupakan singkatan dari Nickel Cardimium battery dan memiliki kapasitas yang paling besar dan merupakan baterai rechargeable yang paling tua. Dahulu ponsel menggunakan baterai jenis ini dan sekarang mulai tergusur karena berat dan besarnya bentuk fisik dari baterai ini.

Perawatan dari baterai ini juga cukup merepotkan karena anda diharuskan untuk mengisi ulang baterai ini dalam keadaan yang benar – benar kosong. Baterai ini juga memiliki memory effect permanen sehingga jika baterai jenis ini tidak diisi ulang dengan cara yang benar akan menurunkan kapasitas dari baterai dan akhirnya akan mati total.


NiMH
Baterai NiMH (Nickel Metal Hydride) merupakan generasi yang lebih ramah lingkungan serta memiliki fisik yang lebih ringan dan kecil dibandingkan dengan baterai NiCD. Meskipun terbilang ramah lingkungan, tetap saja Anda tidak dapat membuang baterai ini sembarangan karena ada proses khusus untuk mendaur ulang baterai ini.


Untuk pengisian daya dari baterai ini hampir sama dengan baterai NiCD yakni sebaiknya melakukan pengisian ulang di saat baterai benar – benar dalam keadaan kosong.

Li-Ion
Baterai Li-Ion merupakan singkatan dari Lithium Ion. Baterai jenis ini sekarang sedang digunakan di berbagai macam gadget seperti ponsel, smartphone, kamera dan lain – lain. Li-Ion sangat berbeda dengan kedua jenis baterai di atas, baterai ini tidak lagi memiliki memori effect dan dapat diisi ulang sebelum baterai benar – benar dalam keadaan kosong.


Umur dari baterai ini sendiri tergantung seberapa banyak Anda melakukan charging atau pengisian ulang. Faktor lain yang dapat menurunkan performa dan kapasitasnya yakni kelebihan waktu saat isi ulang atau dapat dikatakan dengan overcharge.


Li-Po
Baterai Li-Po (Lithium Polymer) yang juga merupakan generasi terbaru dari Li-Ion. Baterai jenis ini memiliki variasi tegangan antara 2.7 sampai dengan 4.23 volt. Selebihnya, baterai ini telah terlindungi dari kondisi overcharge dengan membatasi tegangannya yang tidak lebih dari 4.35 volt.
Untuk pengisian ulang dari baterai ini sebaiknya sangat menghindari baterai dalam keadaan kosong total atau saat indikator menunjukkan baterai benar – benar lemah atau low battery. Karena, jika baterai sudah benar – benar kosong akan menyebabkan baterai jenis ini susah diaktifkan karena baterai masih dalam keadaan belum pulih.

Sumber : teknoup.com