Artikel

Pengguna Telegram Naik 500 Juta Setelah WhatsApp Umumkan Kebijakan Privasi Baru

  13 Jan 2021   171

Teknologi


Salah satu penyedia layanan pesan, Telegram tercatat mengalami peningkatan jumlah pengguna sebesar 500 juta sejak awal Januari 2020. Menurut pendiri Telegram, pengguna tersebut berasal dari seluruh dunia, yakni 38 persen dari Asia, 27 persen dari Eropa, 21 persen dari Amerika Latin dan 8 persen dari Timur Tengah dan Afrika Utara.

Peningkatan jumlah pengguna yang signifikan ini ternyata didasari oleh orang-orang yang tidak ingin privasinya terganggu oleh aplikasi tertentu. Mereka tidak ingin disandera oleh monopoli teknologi yang menganggap bahwa mereka dapat melakukan apa saja selama aplikasinya memiliki banyak pengguna.

Telegram dikenal memang memiliki keinginan dan komitmen terhadap privasi dan keamanan penggunanya. Sejak dikenalkan pada Agustus 2013, Telegram mengklaim bahwa belum pernah mengungkapkan satu byte pun dari data pribadi pengguna kepada pihak ketiga.

Peningkatan pengguna Telegram terjadi ditengah kebijakan baru yang diluncurkan oleh WhatsApp. WhatsApp diketahui telah mewajibkan menerima kebijakan privasi kepada seluruh penggunanya jika ingin tetap menggunakan layanannya. Kebijakan baru itu salah satunya adalah memberi data pengguna WhatsApp kepada Facebook, perusahaan induk WhatsApp. Data yang dibagikan mulai dari identitas pengguna, lokasi, hingga nomor telepon.

Sumber: CNN Indonesia